Deretan momen paling panas dan lucu di debat kedua Cagub DKI

BandarQKomisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menggelar debat kedua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Debat ini diikuti Pasangan nomor 1 Agus YudhoyonoSylviana Murni, Pasangan nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Pasangan nomor 3 Anies BaswedanSandiaga Uno.

Berikut momen paling panas dari debat kedua Jumat (27/1) malam di Bidakara, Jakarta Selatan. Tapi ada juga momen-momen lucu yang mengundang tawa.

1. Agus sindir reformasi birokrasi ala Ahok yang main pecat

“Reformasi birokrasi dibangun dengan represif, tidak konstruktif. Bukannya anak buah diarahkan tapi dipecat. Akhirnya mereka takut dipecat jadi tidak dilaporkan. Ini masukan langsung dan temuan kami di lapangan,” tegasnya.

2. Jempol ke bawah dari Sylvi untuk Ahok

Saat debat, Ahok menilai Sylviana tidak memahami undang-undang keuangan negara. Dia kembali menyindir Sylvi yang tak lain mantan Wali Kota Jakarta Pusat.

“Makanya birokrat yang lama ini saya ngerti, walaupun 20-30 tahun sebagai birokrat negara, mungkin bu Sylvi yang kurang mempelajari UU berbasis kinerja,” sindir Ahok.

Sylviana bereaksi dengan bahasa tubuh. Dengan menebar senyum, Sylvi membentangkan kedua tangannya. Setelah itu Sylvi memberikan jempol terbalik ke arah Ahok- Djarot.

 

3. Sylvi sindir pejabat yang cuma bisa marah-marah
Awalnya moderator Tina Talisa bertanya pada pasangan nomor 1 bagaimana cara mengolah sampah di Jakarta. Menurut Sylviana, perlu ada kerja sama pemerintah mendorong warganya untuk diberdayakan dalam pengelolaan sampah.

“Bukan hanya di balai kota, rapi, marah-marah,” sindir Sylvi disambut tepuk tangan pendukungnya.

4. Agus sadar dimanfaatkan Sandiaga buat serang Ahok

Sandiaga bertanya kepada Sylviana mengenai pengalamannya sebagai birokrat lebih dari 30 tahun di Pemprov DKI Jakarta. Terutama pengalamannya selama dipimpin Ahok selama menjadi gubernur DKI.

“Bagaimana reformasi birokrasi di era Pak Basuki?” tanya Sandiaga.

Setelah Sylvi menjawab. Agus ikut menambahkan. Dia merasa dimanfaatkan pasangan nomor 3 itu untuk dibentrokkan kepada Ahok-Djarot.

“Saya melihat tak-tiknya baik sekali, bertanya kepada kami untuk menyerang nomor 2 (Ahok-Djarot),” kata Agus

5. Ahok dan Anies saling sindir soal prestasi

Anies menyinggung soal peringkat DKI sebagai ibu kota di bawah Biak soal akuntabilitas.
Sesuai penilaian KemenPAN RB, Akuntabilitas Kinerja Provinsi DKI berada di peringkat 16 dari 33 provinsi. Mendengar itu Ahok menjawab dengan menyinggung saat Anies masih menjadi Mendikbud.

“Kita maklum Jakarta kota besar, orang banyak. Kita 16 dari 33 provinsi. Pak Anies dulu di Kemendikbud urutan ke 22 dari 22 kementerian,” balas Ahok saat debat di Bidakara, Jumat (27/1).

Anies menepis perkataan Ahok. Menurutnya, angka itu saat dirinya belum jadi menteri. “Saya menjabat kita perbaiki menjadi nomor 9, yang disampikan itu yang lama,” tuturnya.

 

Cawagub nomor 1, Sylviana Murni diberi waktu satu menit untuk bertanya. Namun rupanya Sylviana terlalu lama memberi pengantar sehingga waktunya keburu habis.

“Ada survei dari koalisi warga Jakarta 2030 ternyata keterlibatan masyarakat dalam perencanaan penyusunan rancangan tata ruang wilayah tidak dilibatkan. Artinya masyarakat tidak mengerti…” kata Sylvi panjang lebar.

“Teng..Teng..” tiba-tiba bel berbunyi.

Anies pun tertawa. “Jadi apa pertanyaannya. Soalnya tadi penjelasannya panjang, tapi pengantarnya tidak keluar,” kata Anies.

Anies pun bertanya lagi. Sylvi hendak menjelaskan. Namun moderator Tina Talisa mengingatkan waktunya sudah habis.

Sylvi maju ke tengah hendak membisikkan pertanyaan pada Anies. Semua tampak tertawa. Ahok bercanda ikut memisahkan keduanya.

“Waktunya sudah habis. Waktunya sudah habis,” tegur Tina Talisa.

SUMBER

BandarQ | Daftar BandarQ | DominoQQ | BandarQ Online | Poker Online | Poker | judi online | Online Poker | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terbaik || Situs BandarQ

Agen Domino
Judi Domino
Poker Online
Agen Poker
Dewa Poker

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *