PDIP: Masa Sikap Intoleran FPI Ditolerir Polisi?

Polisi diminta tidak boleh kalah atas tekanan-tekanan massa.

BandarQ – Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu, menilai aksi yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dengan mendatangi delapan mal dan tempat perbelanjaan di Surabaya terkait fatwa Majelis Ulama Indonesia, adalah tindakan tak tepat. Fatwa MUI diketahui menyerukan agar pemakaian atribut Natal pada karyawan Muslim tidak diperbolehkan.

Masinton pun meminta aparat kepolisian tak begitu saja melakukan pembiaran terhadap ulah FPI yang mengganggu semangat toleransi beragama di Indonesia. “Ini menampakkan intoleransi. Masa sikap-sikap intoleran begitu ditolerir oleh kepolisian kita?” kata Masinton saat dihubungi VIVA.co.id, Senin, 19 Desember 2016.

Dikatakan Masinton, pembubaran perayaan Natal di Bandung beberapa waktu lalu yang kemudian menjadi viral, seharusnya menjadi pembelajaran banyak pihak agar peristiwa tersebut tak terulang kembali. Apabila sampai ada pihak yang melakukan sweeping atas fatwa MUI, tentu wajib ditindaklanjuti.

“Harus ditindak. Tak boleh kalah atas tekanan-tekanan massa. Polisi itu representasi institusi negara, institusi negara tak boleh tunduk pada tekanan sekelompok massa, termasuk yang mengatasnamakan Islam,” kata Masinton.

Ia menjelaskan, perayaan agama apa pun di mal atau tempat umum dengan menyesuaikan suasana perayaan sudah menjadi tradisi Indonesia. “Itulah ciri khas Indonesia yang kita tidak temukan di negara manapun, perayaan hari besar keagamaan, turut menyambut apapun agamanya. Jadi polisi tak boleh biarkan memelihara aksi intoleransi,” kata Masinton. (ase)

SUMBER

BandarQ | Daftar BandarQ | DominoQQ | BandarQ Online | Poker Online | Poker | judi online | Online Poker | Poker Online Indonesia | SedapPoker

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *